Sambut Ramadhan 1439 H

Jelang Ramadhan SD Alam Muhammadiyah Melakukan Kerja bakti membersihkan Mushola di sekitar sekolah.

Pandu Hizbul Wathon SD Alam Muhammadiyah

Gerakan Kepanduan Hizbul Wathon merupakan ektrakurikuler wajib yang ada di SD Alam Muhammadiyah.

Ekskul PMR

Kunjungan langsung ke PMI Kabupaten Banjar.

Outing Class

Pembelajaran langsung di luar kelas.

Upacara Bendera

Pelaksanaan Upacara Bendera tiap Pagi Senin.

Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2019/2020

Seutas Prakata Assalamu’alaikum Wr. Wb.   Alhamdulillah, berkat karunia Allah SWT semata kita dapat melaksanakan segala aktivitas...

18.2.19

Ada "Darah" Nasyiatul Aisyiyah di Bendera Merah Putih




Ada "Darah" Nasyiatul Aisyiyah di Bendera Merah Putih
Oleh Roni Tabroni

Kain merah-putih di atas meja sederhana masih menempel pada mesin jahit yang sudah berkarat. Walaupun sudah lusuh, bendera yang menjadi lambang negara itu menyimpan ceritera heroik perjuangan seorang Ibu Negara yang hebat.

Sedangkan mesin jahit sederhana itu kini tersimpan utuh sebagai saksi bisu perjuangan Fatmawati memberikan kontribusinya terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia. Kini mesin jahit itu dapat dijumpai masyarakat di Rumah Fatmawati yang beralamat di Jl. Fatmawati, Penurunan, Ratu Samban, Kota Bengkulu, Bengkulu.

Rumah ini kini menjadi museum Fatmawati dan dirawat apik oleh pemerintah. Selain koleksi pakaian Fatmawati, tulisan, foto-foto bersama Soekarno, tempat tidur, dan mesin jahit itu sendiri, museum ini juga menjadi saksi bisu lahir dan tumbuhnya Fatmawati sebelum akhirnya diboyong Soekarno ke Jakarta setelah dinikahinya.

Di rumah yang terbuat dari kayu dan terletak persis di pinggir jalan raya itulah Fatmawati lahir dan tumbuh dewasa. Sebagai anak tunggal, Fatmawati begitu disayang orang tuanya. Sejak kecil Fatmawati termasuk penurut dan supel dalam bergaul.

Ayah Fatmawati adalah seorang tokoh Muhammadiyah di Bengkulu bernama Hasan Din. Selain menjadi Konsul Muhammadiyah, Hasan Din juga memiliki pergaulan luas dengan para tokoh lain termasuk para pengusaha China.

Hasan Din tidak hanya menjalankan fungsi adminiatratur Muhammadiyah, tetapi juga menjadi ulama dan pemikir. Muhammadiyah cukup berkembang di Bengkulu yang dalam beberapa litelatur dipengaruhi oleh tokohnya dari Padang-Sumbar juga dari Yogyakarta secara langsung.

Sedangkan Fatmawati merupakan seorang aktivis Nasyiatul Aisyiyah (NA), Organisasi Otonom (Ortom) dari Muhammadiyah di Bengkulu. Fatmawati aktif di NA sejak remaja walaupun tidak menjadi ketua. Namun NA begitu berpengaruh pada jiwa, sikap dan perilaku Fatmawati.

Dalam situasi seperti itulah Soekarno diasingkan ke Bengkulu. Faktanya, Bengkulu laksana kawah candradimuka bagi Soekarno. Bukannya tertekan dan terpuruk seperti yang dirasakannya waktu di Ende, tetapi di Bengkulu Soekarno semakin bangkit dan bergelora jiwa revolusionernya.

Pertemuan Soekarno dengan tokoh-tokoh di Bengkulu membuat Soekarno menemukan jati dirinya. Pergumulan dengan Muhammadiyah mengikhlaskan dirinya untuk menjadi salah seorang pengajar di Madrasah Muhammadiyah, sekaligus menjadi pengurus Majelis Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Bengkulu.

Di samping membaca dan berdiskusi dengan tokoh-tokoh, Soekarno turut mencerdaskan anak-anak yang ada di Bengkulu. Selain mengajar dalam kelas, Soekarno juga seringkali memberikan tambahan pelajaran di luar kelas. Di saat itulah kesempatan para siswa Muhammadiyah seringkali datang ke rumah pengasingan Soekarno untuk menimba ilmu lebih. Dan satu di antara yang tekun belajar adalah Fatmawati.

Pertemuan Soekarno dengan Fatmawati membuatnya jatuh hati. Perangai Fatmawati yang anggun dan rajin membuat Soekarno berniat memperistrinya.

Setelah menikah, Fatmawati tetap seorang kader NA. Organisasi keputrian Muhammadiyah yang sangat mewarnai jiwanya. Bahkan ketika menjadi Ibu Negara, Fatmawati tidak pernah aktif di organisasi lainnya.

Kecintaannya terhadap NA membuat Fatmawati begitu lekat dengan berbagai ajaran, prinsip dan tradisinya. Keriang-gembiraan dan keikhlasannya dalam beramal membuat Fatmawati menjadi pendamping Soekarno yang mengambil peran penting disaat-saat proklamasi kemerdekaan akan dikumandangkan.

Jauh dari riuh pergulatan politik, Fatmawati diam-diam mengambil posisi strategis dalam percaturan kemerdekaan Indonesia. Dalam hening, kader NA sejati ini merajut dua lembar kain (merah dan putih) yang kelak menjadi bendera pusaka.

Tanpa sorot kamera dan gemuruh teput tangan, anak tokoh Muhammadiyah yang jelita ini menggoyang-goyangkan mesin jahitnya yang sederhana itu. Sedikit demi sedikit dua lembar kain dirajut. Pelan tapi meyakinkan, jarum dari mesin itu menghantarkan benang untuk mengikat dua kekuatan warna yang sakral bagi bangsa ini.

Di saat itulah, jari jemari Fatmawati memutar pegangan mesin, tangan kirinya memegang kain, memastikan semuanya berjalan baik, memadu harmoni. Keterampilan menjahit yang sudah dilakukannya sejak di Bengkulu, membuatnya semakin mudah mengerjakan aktivitas menjahit bagi Fatmawati.

Tanpa bising suara, keikhlasan Fatmawati menjalani kerja bersejarah itu dengan riang. Ketika anggota tubuhnya bergerak, wajah Fatmawati tetap ceria.

Kegembiraan Fatmawati dalam mengerjakan jahitan merah-putih diiringi lantunan lagu. Sebuah lirik yang tidak asing bagi dirinya. Yaitu lagu NA yang sudah mewarnai jiwa Fatmawati sejak remaja. Lagu yang mencerminkan kegembiraan, keihlasan, kepasrahan dan perjuangan.

(Lirik lagu):

NASYIAHKU SAYANG

Aisyiyah perkumpulanku
Pangkal meningkat tangga bahagia
NA ialah taman didikku
Tempat mencapai pengetahuan raya
Mengajar santun mendidik budi
Berdasar agama Islam suci
Ya Nasyiah Nasyiah Nasyiah yang sangat kucinta
Sedari kecil hingga besarku
Membimbing ke tempat bahagiaku
Kuangkat tangan dengan doaku
Kepada Allah aku meminta
Mohon suburnya lanjut usia

_____

Dalam suasan kebatinan yang begitu lekat dengan tradisi NA dan Muhammadiyah itulah merah-putih dirajut. Dua lembar kain yang tidak ada gunanya menjelma menjadi simbol kemerdekaan, kejayaan, persatuan dan semangat keindonesiaan.

Persis semangat itu seperti yang senantiasa dilakukan Muhammadiyah selama ini, menjadi perekat bangsa, turut memerdekakan, sekaligus menginspirasi dan memajukan bangsa tanpa henti. Muhammadiyah dalam keriang gembiraannya terus berkarya, walaupun tanpa puja-puji, organisasi ini tetap hadir untuk berkontribusi di segala bidang untuk bangsa tercinta.

_______________

Ditulis di Gedung Daerah Gubernuran Bengkulu (Bumi Raflesia), saat menunggu dimulainya acara penutupan Tanwir Muhammadiyah 2019 pukul 08.30 WIB.

6.2.19

Peserta Diklat ISMUBA Berkunjung ke SD Unggulan


Ba' da salat dzuhur tanggal 4 Februari 2019 Sebanyak 50 orang datang mengunjungi sekolah dasar alam muhammadiyah kota Banjarbaru, 50 orang ini merupakan peserta serta panitia diklat ismuba yang yang berasal dari sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kalimantan Selatan.

mereka berkunjung ke SD alam Muhammadiyah guna melihat secara langsung kondisi dan bagaimana pembelajaran penerapan Al Islam kemuhammadiyahan dan bahasa Arab di di SD alam Muhammadiyah Banjarbaru dimana sekolah ini merupakan sekolah unggulan milik muhammadiyah kota Banjar Baru.

Kedatangan peserta dan panitia ini disambut langsung oleh kepala sekolah SD alam muhammadiyah kota Banjarbaru bapak ustad Firman Hadi beserta dewan guru pelajaran Al Islam kemuhammadiyahan dan bahasa Arab.

nampak dari beberapa peserta merasa kagum dan senang berada di SD alam Muhammadiyah yang merupakan sekolah Alam pertama di Kalimantan Selatan.

setelah panitia dan peserta berkeliling sekolah kemudian mereka dikumpulkan di sebuah ruangan balai Ahmad Dahlan berinteraksi langsung dengan pimpinan SD alam Muhammadiyah Banjarbaru.




31.1.19

Pengumuman Pelamar yang Lulus Seleksi Administrasi 2019

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Berikut kami sampaikan Nama nama pelamar guru yang lulus Seleksi administrasi

bisa di download disini

27.1.19

Sukses, Pelaksanaan Wisuda Tahfiz ke II SD Alam Muhammadiyah

bertempat di masjid as-salam SD alam muhammadiyah kota Banjarbaru pada tanggal 26 Januari 2019 telah dilaksanakan dengan baik sukses dan lancar pelaksanaan Wisuda tahfidz ke 2 SD alam muhammadiyah kota Banjarbaru.

Sebanyak 120 siswa SD alam muhammadiyah kota Banjarbaru yang yang telah di wisuda di masjid as-salam.

Ketua panitia pelaksana Wisuda tahfidz ke-2 tahun ini adalah ustad Abdus syahid. Dimana beliau juga merupakan seorang guru ngaji morning di SD alam Muhammadiyah.

Hadir pula dalam kegiatan ini adalah dari ketua majelis pendidikan dasar dan menengah pimpinan daerah muhammadiyah kota Banjarbaru yang juga ikut memberikan sambutan pada acara pembukaan Wisuda tahfidz kedua ini.

para orang tua siswa pun diundang untuk mengikuti dan melihat acara Wisuda tahfidz kedua ini nampak masjid as-salam SD alam Muhammadiyah terasa penuh karena diisi oleh ratusan orang yang mengikuti kegiatan ini.

dalam sambutannya kepala sekolah bahwa pada tingkat dasar ini merupakan pondasi awal yang ditanamkan kepada para peserta didik di SD alam muhammadiyah kota Banjarbaru agar mereka semangat dalam menghafal Alquran dan terbukti setiap beberapa alumni dari SD alam Muhammadiyah menjadi penghafal penghafal al-quran.


9.1.19

Daftar Nama Anak yang Berhasil Melakukan Registrasi Online PPDB 2019


Bismillah, Berikut kami sampaikan daftar nama anak yang berhasil melakukan pendaftaran secara online PPDB 2019 SD Alam Muhammadiyah pertanggal 9 Januari 2019 via http://ppdb.sdalammuhammadiyah.com


TimestampNama AnakJenis Kelamin
16/10/2018 10:47:23DIYAN WISNU HARDINATA GANESHLaki-laki
16/10/2018 10:59:36SAFA AQILA PARAMESWARIPerempuan
16/10/2018 12:02:07SYAIMA HAMADAPerempuan
16/10/2018 14:02:17Muhammad Hegi Atha SetiawanLaki-laki
16/10/2018 15:07:13Sakha Hanung SugihartoLaki-laki
16/10/2018 15:34:37Mikhaella Kanaya WinataPerempuan
24/10/2018 9:04:00MUHAMMAD AGHA DEVDAN ALVAROLaki-laki
24/10/2018 14:45:15Airany batrisyia ramadhaniPerempuan
26/10/2018 12:46:53Radisya Almira SaputraPerempuan
26/10/2018 12:47:40Muhammad Alfa Rizki RamadhanLaki-laki
26/10/2018 12:48:25M Iska KhairLaki-laki
27/10/2018 20:52:47Enada krisna suluLaki-laki
31/10/2018 8:12:12Dzaki tristan athallahLaki-laki
30/11/2018 14:12:07Keanu aufa almiqdar brasilaLaki-laki
31/12/2018 21:53:25Akhmad Faeyza MaulanaLaki-laki
05/01/2019 8:54:11Ahmad Fauzan AkbarLaki-laki
06/01/2019 6:09:55Fadhil Luqman AzzahidLaki-laki
07/01/2019 9:14:47NAVAL MAULANA ALFARIZILaki-laki
07/01/2019 11:38:17M. IqbalLaki-laki
08/01/2019 12:13:13Muhammad abidzarLaki-laki
08/01/2019 15:42:30rahmawatiPerempuan




4.1.19

Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2019/2020


Seutas Prakata

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

 Alhamdulillah, berkat karunia Allah SWT semata kita dapat melaksanakan segala aktivitas.

Alhamdulillah pula SD Alam Muhammadiyah dapat merumuskan  panduan “Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2019-2020”.

Buku ini berisi mekanisme pendaftaran, meliputi : administrasi, jadwal pendaftaran, dan keuangan. Selain itu, buku ini juga memuat sekilas bentuk pembelajaran dan jenis seragam yang digunakan di SD Alam Muhammadiyah. Buku ini sebagai petunjuk dan acuan bagi Calon Wali Murid yang telah mendaftarkan putra/putri tercinta bergabung menjadi keluarga besar “SD Alam Muhammadiyah “.

Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Akhirnya, tiada gading yang tak retak. Mohon maaf bilamana ada kekhilafan dan hal yang kurang berkenan.
Waakhirul kalam semoga Ridho Allah SWT selalu menyertai kita. Amin. Fastabiqul Khoirot, Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Penyusun

Creative Team

SD Alam Muhammadiyah




Download Aplikasinya di sini



7.11.18

Siswa SD Alam Muhammadiyah Siaran di RRI


Untuk yang pertama kalinya Sekolah Dasar Alam Muhammadiyah Banjarbaru diberi kepercayaan oleh Radio Republik Indonesia Banjarmasin untuk mengisi siaran radio di acara pelangi anak nusantara.
Acara tersebut merupakan acara skala nasional yang disiarkan gabungan dari berbagai RRI di Indonesia sehingga bisa didengarkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Terpilih untuk mengisi acara siaran tersebut Irgi Maulana sebagai presenter cilik. Kayla sebagai siswa berprestasi di bidang sains, menyanyi dan tartil. Arista sebagai siswa berprestasi di bidang seni bela diri tapak suci dan PMR. Kiki sebagai siswa berprestasi di bidang pantomim dan azdan.

Tepat hari Rabu, 7 Nopember 2018 pukul 08.30, menggunakan mobil Sd Alam keempat siswa ini berangkat menuju RRI Banjarmasin dengan didampingi pembimbing ekskul presenter Sd Alam Muhammadiyah Banjarbaru usth. Ihda dan usth. Vievah.

Tiba di kantor RRI mereka disambut dengan ramah oleh Pak Haris selaku koordinator acara. Setelah mendengarkan beberapa arahan mengenai proses siaran dan melakukan sedikit simulasi, maka keempat siswa langsung ber-action dengan sukses tanpa kendala berarti. Beberapa kali pak Haris mengacungkan jempol ke arah mereka selama proses rekaman berlangsung. Beliau lalu berkomentar " Gak salah Bapak memilih kalian. Biasanya proses rekaman begini untuk anak Sd terbilang susah, tetapi kalian bisa. Mantap! ". Mendengar pujian itu Irgi dan lainnya tersipu malu dan semakin bertambah percaya diri.

Pak Haris berharap akan masih ada kegiatan lanjutan di RRI Banjarmasin yang melibatkan keikutsertaan siswa Sd Alam Muhammadiyah Banjarbaru.

Alhamdulillah, selesai rekaman sekitar pukul 12.00 siswa kembali ke sekolah dengan senang dan juga kenyang karena sudah ditraktir makan rocket cicken. Hasil rekaman akan disiarkan gabungan dengan produksi siaran RRI provinsi lainnya pada hari Minggu, 11 Nopember 2018 pukul 11.00 di RRI FM 97,6. Jangan lewatkanπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™‚



31.10.18

Kreatif : Siswa - Siswi Kelas VI Buat Seragam Sasirangan Sendiri


Seperti halnya batik ada di Jawa, kota Banjar pun memiliki kain khas yang dinamakan sasirangan. Arti kata sasirangan di ambil dari kata “sa” yang berarti “satu” dan “sirang” yang berarti “jelujur”. Sesuai dengan proses pembuatannya, Di jelujur, di simpul jelujurnya kemudian di celup untuk pewarnaannya.

Di semester 1 ini, siswa - siswi Kelas VI membuat kaos sasirangan sesuai dengan materi pada mata pelajaran SBK. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada siswa - siswi bagaimana cara pembuatan sasirangan, selain itu juga dapat melatih ketekunan dan kesabaran dalam proses pengerjaannya tutur Ustadz Ziar selaku wali kelas 6 Galam.

Alat dan bahan yang akan digunakan berupa : benang jahit, jarum jahit, mata nenek, gunting, pendedel, pensil, karton (untuk mencetak pola), dan kaos putih polos.

Berikut adalah langkah - langkah proses pembuatan kaos sasirangan :

1. Pembagian Kelompok


2. Pembuatan Pola


3. Mencetak pola pada kaos


4. Proses menjelujur


5. Proses penyisitan


6. Proses pewarnaan







Dan kaos sasirangan ini dipakai setiap hari kamis sebagai seragam sekolah kelas VI.
Memakai kaos sasirangan karya sendiri, menyenangkan bukan????😎

Hayoooo bergabung di SD Alam Muhammadiyah Banjarbaru.
Banyak pengalaman seru di kegiatan - kegiatan lainnya.....  
πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰