Info Terbaru

Pembelajaran SBK praktek melipat baju, SD alam Muhammadiyah Banjarbaru

By : Armina Royani
24.4.18



Kembali, Sekolah kebanggaan muhammadiyah kota Banjarbaru meraih prestasi, kali ini di bidang Palang Merah Remaja (PMR)


SD ALAM Muhammadiyah Raih Juara Umum di Banua Enam

By : Abu Fariz
23.4.18

*TARJIH MUHAMMADIYAH*

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr. wb.
Bolehkah wanita menyanyi di hadapan orang yang bukan mahramnya? Kalau diperbolehkan, menyanyi yang seperti apa?
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum w. w.

Jawaban:

Terimakasih atas pertanyan saudari. Hal serupa pernah ditanyakan kepada kami dan telah dimuat penjelasannya pada buku Tanya Jawab Agama jilid 5, halaman 214-218, cetakan Januari 2006, oleh penerbit Suara Muhammadiyah. Kami akan sedikit memaparkannya kembali dengan menambahkan beberapa penjelasan terkait.

Apa yang seperti saudarikemukakan biasanya berangkat dari asumsi yang sering muncul yaitu, apakah suara perempuan itu aurat atau bukan? Aurat secara bahasa berarti celah atau lubang yang menyebabkan sesuatu tidak seimbang. Ulama mendefinisikannya dengan bagian-bagian tubuh laki-laki dan perempuan dengan batasan yang dikaitkan dengan jenis (lelaki atau perempuan), umur seseorang, dan perempuan itu sendiri yang dinisbahkan pada mahram atau non mahram (Asy-Sarh ash-Shaghir, 1: 283). Istilah mahram mengacu pada kata haram. Maksudnya, perempuan atau laki-laki yang haram untuk dinikahi. Ulama lain, al-Khatib asy-Syarbini mendefinisikan aurat dengan sesuatu yang diharamkan untuk dilihat (Mughni al-Muhtaj, 1: 185).

Seorang perempuan dibolehkan terlihat sebagian auratnya di depan laki-laki yang menjadi mahram baginya serta di depan sesama muslimah. Kepada lakilaki yang bukan mahram, juga dengan sesama wanita tapi bukan muslimah, maka yang boleh terlihat hanya wajah dan kedua tapak tangannnya saja. Sebaliknya, di depan suami sendiri seorang wanita dibolehkan terlihat seluruh bagian tubuhnya. Artinya halal dan sah.

Mengenai suara perempuan itu aurat atau bukan, sepengetahuan kami tidak pernah ditemukan dalil yang menunjukkan bahwa suara wanita adalah aurat. Realitas sejarah kehidupan para sahabat menunjukkan, bagaimana para sahabat (baik lelaki maupun perempuan) berinteraksi dengan  para istri Nabi saw, bertanya mengenai suatu permasalahan, saling memberikan fatwa, dan meriwayatkanHadis. Tentu interaksi mereka dilandasi dengan adab dan akhlak yang baik. Bahkan Aisyah r.a sendiri termasuk sahabat kedua yang paling banyak meriwayatkan Hadis.

Jika ditelisik dalam al-Qur’an dan Hadis, banyak sekali ayat dan riwayat yang  menganjurkan agar kita menjadi estetikus, manusia yang menghargai estetika (keindahan) segala ciptaan Allah SWT. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

Artinya: “Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan. Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan.” [QS. an-Nahl (16): 5-6]

Artinya: “(Dialah) yang membuat segala sesuatu (dengan) sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah.”  [QS. al-Infithar (82): 7]

Artinya: “Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” [QS. al-Baqarah (2): 29]

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ، عَنِ النَّبِيِّ قَالَ: لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ.قَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا، وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قَالَ: إِنَّ اللهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ. الْكِبْرُ: بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ. [رواه مسلم ]

Artinya: “Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi saw beliau bersabda: Tidak akan masuk surga siapa yang di dalam hatinya ada kesombongan meski (porsinya) kecil. Berkata seorang lelaki: (Kalau) ada seseorang yang menyukai pakaian dan sandalnya bagus. Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia (lain).” [HR. Muslim]

Melalui dalil-dalil di atas, Islam menganjurkan  umatnya untuk menghargai keindahan, sehingga diperlukan sarana pengungkapan atau penyaluran ekspresi tersebut. Oleh karena itu kita mengenal seni sastra hingga seni musik yang menjadi sarana ekspresi keindahan bunyi, suara, sebagaimana manusia diberikan anugerah indera pendengaran.

Nyanyian dalam Islam termasuk dalam kategori masalah duniawi sehingga berlaku kaidah fiqhiyah“Pada dasarnya segala sesuatu itu mubah (diperbolehkan) hingga terdapat dalil yang melarangnya”, kaidah ini disimpulkan dari ayat 29 surat al-Baqarah di atas. Para  ahli hukum Islam memasukkan kebutuhan terhadap seni secara umum, khususnya lagu, ke dalam kategorimashlahah tahsiniyah, yaitu kebutuhan (hidup) yang apabila tidak terpenuhi, tidak akan mengakibatkan seseorang terancam hidupnya, mengalami kesengsaraan dan kesulitan. Penjelasan demikian tidak berlebihan jika kita membaca riwayat Hadis di atas. Selain itu terdapat sebuah riwayat berikut:

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ ذَكْوَان قَالَ: قَالَتِ الرُّبَيِّعُ بِنْتُ مُعَّوِّذِ بْنِ عَفْرَاءَ: جَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَخَلَ حِينَ بُنِيَ عَليّ فَجَلسَ عَلَى فِراشِي كَمَجْلِسِكَ مِنِّي، فَجَعَلَتْ جُوَيْرِيَاتٌ لَنَا يَضْرِبْنَ بالدُفِّ وَيَنْدُبْنَ مَنْ قُتِلَ مِنْ آبَائِي يَوْمَ بَدْرٍ، إِذْ قَالَتْ إِحْدَاهُنَّ: وَفِينَا نَبِيٌّ يَعْلَمُ مَا فِي غَدِ، فَقَالَ: دَعَي هَذِهِ وَقَوْلِي بِالَّذِيِ كُنْتِ تَقُولِينَ. [رواه البخارى]

Artinya: “Menceritakan pada kami Musaddad (dari) Bisyr bin Mufadhal (dari) Khalid bin Dzakwan: Rubayyi’ binti Mu’awwidz bin Afra’ berkata: Nabi saw datang (menghadiri pesta nikah) lalu duduk (di tempat yang sama ketika) aku (dulu) menikah (sehingga) aku dan Nabi saling berhadapan. (Lalu) beberapa wanita membawakan nyanyian disertai iringan tambor  untuk mengenang keluarganya yang mati syahid di Badar. Salah seorang wanita (penyanyi) tersebut mengatakan bahwa (di depan mereka) ada Rasul yang mengetahui apa yang terjadi hari esok. Rasul bersabda: Jauhi meramal dan teruslah bernyanyi.” [HR. al-Bukhari]

Seni suara sebagai ekspresi keindahan pada diri manusia, dengan demikian tidak dapat dikatakan bertentangan dengan agama. Namun perlu diperhatikan bagaimana suatu seni disajikan. Setiap karya memiliki unsur tekstual dan visual. Apabila teks (isi) nyanyian tersebut mengajak orang kepada kemaksiatan atau dibawakan oleh seseorang, misalkan wanita, dengan pakaian yang bertentangan dengan ajaran Islam, maka terlarang. Di sini yang dilarang bukan nyanyiannya sebagai suatu ekspresi seni semata, melainkan cara-cara penampilan (visual) dan isinya (tekstual) yang membawa kepada kemaksiatan, yaitu perbuatan-perbuatan di luar ketaatan kita kepada Allah atau hal-hal yang diharamkan oleh Allah (Ushul Bazdawi, 3: 200)

Dalam khazanah fikih klasik, para ulama fikih memang sebagian besar mengharamkan nyanyian. Imam asy-Syafi’i mengatakan bahwa nyanyian adalah permainan yang sia-sia (lahw) yang mirip kebatilan. Orang yang banyak mendengarkannya menjadi orang tolol dan kesaksiannya di depan hakim tidak sah. Murid-muridnya mengharamkan mendengar wanita menyanyi. Imam Abu Hanifahmenganggap nyanyian itu dosa (Ihya’ Ulumiddin, 2: 1121-1122). Ibnu Qudamah dari mazhab Hanbali menyatakan, memainkan alat musik seperti gambus, genderang, gitar, rebab, seruling, dan lainnya adalah haram. Kecuali duff (tambor), karena Nabi saw membolehkan di pesta pernikahan dan di luarnya sebagaimana riwayat di atas (al-Mughni, 3: 40-41). Pandangan para ulama ini sesuai dengan situasi zaman mereka dan keadaan bagaimana nyanyian pada waktu itu disuguhkan.

Keharaman nyanyian biasanya dihubungkan dengan ayat-ayat al-Qur’an yang ditafsirkan pada satu makna saja. Sebagai contoh yang dijadikan dalil untuk mengharamkan nyanyian adalah firman Allah berikut:

 Artinya: “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.”[QS. Lukman (31): 6]

Kata-kata “perkataan yang tidak berguna” (Lahw al-Hadits) di atas ditafsirkan sebagai nyanyian sebagaimana pendapat sahabat Ibnu Umar ra., Ibnu Mas’ud ra., Ibnu Abbas ra., serta Ikrimah dan Mujahid dari tabi’in. Perlu dipahami bahwa:pertama; selain dimaksudkan sebagai nyanyian, masih ada penafsiran lain yaitu kabar, berita, kisah-kisah asing tentang para raja Romawi sebagaimana pernah diceritakan oleh seorang musyrik Quraisy, Nadhar bin al-Harits pada penduduk Mekah sehingga melalaikan mereka dari al-Qur’an, kedua; penafsiran sahabat tidak dapat dihukumi marfu’ (setara berasal dari Nabi) kecuali terkait dengan sebab turunnya suatu ayat (asbab nuzul). Sekalipun ada yang menghukuminya marfu’, tapi terkategorikan pada marfu’ fi’lan(perbuatan) yang tidak dapat digunakan sebagai landasan perbedaan pendapat dalam hal ini. Ayat di atas secara eksplisit tidak mengerucut mencela pada penyanyi, pemusik, dan yang melakukan perbuatan sia-sia. Tapi mencela dan mengancam siapa yang memperjualbelikannya untuk menyesatkan manusia lain dari jalan Allah, membawa kepada kemaksiatan, dan untuk sekedar olok-olokan. (Yusuf al-Qaradhawi, Fiqh al-Ghina’ wal-Musiqa: 30). Penafsiran Ibnu Umar dan Ibnu Abbas adalah pemahaman mereka terhadap ayat al-Qur’an, di mana para sahabat lain juga mempunyai pemahaman yang berbeda, di antaranya Umar bin al-Khatab ra., Utsman bin Affan ra., Abdurrahman bin Auf ra., dan Abdullah bin az-Zubair ra. Oleh karena itu, perkataan baik yang tidak membawa pada arah kesesatan dan kemaksiatan, tidak termasuk dalam larangan ayat di atas.

Banyak riwayat (kurang lebih sekitar 15 buah, sebagaimana dikumpulkan oleh Yusuf al-Qaradhawi) yang digunakan oleh mereka yang mengharamkan musik. Di antaranya adalah riwayat berikut:

قَالَ هِشَامُ بْنُ عَمَارٍ (بِسَنَدِهِ إِلَى) أَبِى عَامِرٍ أَوْ أَبُو مَالِكٍ الْأشْعَرِيسَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَيَقُولُ: لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌيَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَاْلحَريرَ وَالْخَمْرَ وَاْلمَعَازِفَ. [رواه البخارى]

Artinya: “Berkata Hisyam bin Amar (dengan sanadnya sampai kepada) Abi Amir atau Abu Malik al-Asy’ari (yang) mendengar Nabi saw bersabda: Sungguh akan ada di antara umatku, kaum-kaum yang akan menghalalkan zina, sutera, khamr dan alatalat yang melalaikan.” [HR. al-Bukhari]

Hadis  di atas terdapat dalamShahih al-Bukhari, maka sisi kesahihannya tidak ada  masalah. Sanadnya sahih meski ada sebagian ulama Hadis yang masih meragukannya karena termasuk dari “mua’llaqat” (putus, gugur rawinya seorang atau lebih pada awal sanadnya). Keterputusan ada pada sosok Hisyam bin Amar. Ibnu Hajar al-Asqalani telah mencoba menguat-sambungkan sanad ini dengan sekitar 9 jalur, tapi kesemuanya mengarah pada sosok Hisyam bin Amar ini, meski terkenal sebagai ulama bagi penduduk Damaskus, dikuatkan oleh Ibnu Ma’in. Namun Abu Dawud mengomentarinya, bahwa ia pernah meriwayatkan sekitar 400 hadis yang tidak berasal-usul. Ibnu Hatim menilainya benar, tapi sering berubah (shaduq wa qad taghayyara), an-Nasa’i menilai tidak mengapa (la ba’sa bihi, -tapi ini ungkapan melemahkan dalam kajian kritik hadis-), dan oleh Imam adz-Dzahabi dikomentari bahwa ia benar tapi banyak yang menilainya mungkar. Imam al-Bukhari pun hanya memasukkan dua hadis dari sosokperawi ini dalam kitab Shahih-nya. Dan dari obyektifitas (amanah dan kefakihannya), Imam al-Bukhari memberi judul bab di mana terdapat riwayat ini dengan “Bab Tentang Menghalalkan Khamr dan Menamakannya dengan Nama Lain”. Artinya, ia tidak akan menyebutkan secara eksplisit, misalkan tentang bab khusus diharamkannya al-Ghina’(musik-nyanyian).

Dari sisi istidlal (penalaran), teks Hadis di atas masih bersifat umum, tidak menunjuk alatalat tertentu dengan namanya secara  spesifik dan eksplisit. Di kisaran inilah, para ulama berselisih pendapat. Dalil yang bersifat umum masih mungkin dipersoalkan bila secara langsung dijadikan landasan untuk mengharamkan sesuatu. Batasan yang ada dan disepakati adalah bila alat itu bersifat melalaikan. Apakah bentuknya alat musik atau bukan, para ulama berbeda pendapat. Oleh karena itu, Hadis-hadis yang ada dan sering digunakan oleh mereka yang mengharamkan musik-nyanyian dapat disimpulkan ternilai sahih tapi tidak eksplisit-detail menjelaskan, atau eksplisit-detail menjelaskan tapi tidak sahih, sehingga tidak dapat dijadikan dalil pengharamannya (Yusuf al-Qaradhawi, Fiqh al-Ghina’ wal-Musiqa: 63). Abu Bakar Ibnu alArabi dalamAhkam al-Qur'an menguatkan, "Tidak ada satu pun dalil yang sahih untuk mengharamkan nyanyian.”

Pemaparan di atas menyimpulkan beberapa hal yang menjadi pendapat kami, yaitupertama, suara perempuan bukanlah aurat, sehingga tidak ada halangan untuk didengar oleh orang yang bukan mahram; kedua, hukum musik-nyanyian-lagu adalah diperbolehkan (mubah) dengan syarat isinya tidak bertentangan dengan ketentuan agama, di antaranya tidak mengandung kata-kata yang menyesatkan dan menjurus pada kemaksiatan, serta biduan yang menyanyikan berpenampilan Islami, yakni menutup aurat dan tidak mengarah pada gerakan-gerakan erotis.

Wallahu a’lam bish-shawab. 
Tim Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid
Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Email: tarjih_ppmuh@yahoo.com dan ppmuh_tarjih@yahoo.com

Tarjih Muhammadiyah

By : Abu Fariz

Tiga jawara SD Alam Muhammadiyah menerima penghargaan ajang lomba O2SN dan FL2SN tingkat Kota Banjarbaru. Penghargaan diserahkan langsung oleh Ka.Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Ibu Dr.Hj.Rahmah Khairita,MM pada kegiatan apel gabungan Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru bertempat di halaman dinas Pendidikan. Ketiga Jawara SD Alam Muhammadiyah akan mewakili Kota Banjarbaru dalam ajang tingkat Provinsi. Juara I Pencak Silat Putra atas nama Gt.Farras Abyan, Juara I pantomim atas nama M.Rizki Fauzan, Juara I Pencak Silat Putri atas nama Arista. Pada ajang kali ini hanya SD Alam Muhammadiyah yang memborong 3 Juara I. Bravo SD Alam Muhammadiyah.

Penyerahan Hadiah O2SN dan FL2SN Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru

By : Abu Fariz
17.4.18


2 Pendekar Tapak Suci SD Alam Muhammadiyah beraksi dlm Lomba O2SN  Tingkat Kota Banjarbaru dalam cabang Pencak Silat Kategori Seni Tunggal. SD Alam Muhammadiyah menurunkan 2 pendekarnya dalam kegiatan ini. Untuk Tunggal Putra atas nama Gt.Farras Abyan(kelas4) dan tunggal Putri atas nama Arista(kelas 4)
Dan Alhamdulillah kembali siswa SD Alam Muhammadiyah meraih Juara dalam Lomba kali ini





Berikut video dokumentasi
Video by Awaitullah

Alhamdulillah, SD Alam Muhammadiyah Juara Lagi

By : Abu Fariz
10.4.18
sdalammuhammadiyah.com - Tapak suci merupakan salah satu program ekstrakurikuler di Sekolah SD Alam Muhammadiyah Green School yang paling banyak peminatnya.



Sekilas tentang  Tapak Suci:
Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah atau disingkat Tapak Suci, adalah sebuah aliran, perguruan, dan organisasi pencak silat yang merupakan anggota IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Tapak Suci termasuk dalam 10 Perguruan Historis IPSI, yaitu perguruan yang menunjang tumbuh dan berkembangnya IPSI sebagai organisasi. Tapak Suci berasas Islam, bersumber pada Al Qur'an dan As-Sunnah, berjiwa persaudaraan, berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyahsebagai organisasi otonom yang ke-11. Tapak Suci berdiri pada tanggal 10 Rabiul Awal 1383 H, atau bertepatan dengan tanggal 31 Juli1963 di Kauman, Yogyakarta. Tapak Suci memiliki motto "Dengan Iman dan Akhlak saya menjadi kuat, tanpa Iman dan Akhlak saya menjadi lemah". Organisasi Tapak Suci berkiprah sebagai organisasi pencak silat, berinduk kepada Ikatan Pencak Silat Indonesia, dan dalam bidang dakwah pergerakan Tapak Suci merupakan pencetak kader dari Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah berkedudukan di Kauman, Yogyakarta, dan memiliki kantor perwakilan di ibukota negara.


Ekskul Tapak Suci di SD Alam Muhammadiyah (feb2018)

By : Abu Fariz
7.3.18



Pemenang Lomba Mewarna
Muhammadiyah Green School Festival Season 2
“Belajar dan Bermain Bersama Alam”
Pada:
Hari                 : Sabtu
Tanggal           : 20 Januari 2018
Tempat            : SD Alam Muhammadiyah

MEMUTUSKAN
Juara III Lomba mewarna diraih oleh siswa atas nama Alya Eka Hariyadi Asal Sekolah Paud Terpadu Angkasa I
Juara II Lomba Mewarna diraih oleh siswa atas nama Hane Marissa Ahira Asal Sekolah RA Khairul Jannah
Juara I Lomba Mewarna diraih oleh siswa atas nama Nayyara Atifa Parsa Asal Sekolah TK Aba Golf
Juara Harapan I lomba mewarna diraih oleh siswa atas nama Ainul Mardhiyah Asal Sekolah TK Anggrek
Juara Harapan II lomba mewarna diraih oleh siswa atas nama Keyza Almira Salsabila Asal Sekolah Paud Terpadu Angkasa I
Juara Harapan III lomba mewarna diraih oleh siswa atas nama  Kirana Anjani Putri Asal Sekolah Paud Terpadu Negeri Pertiwi
 
Demikianlah surat keputusan ini dibuat sebaik-baiknya, dan keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Hal-hal lainnya yang berkaitan dengan hak-hak pemenang diserahkan sepenuhnya kepada Panitia Penyelenggara.
Tertanda
          Banjarbaru, 21 Januari 2018
             
      Juri I                                              Juri II                                   Juri III






Pemenang Lomba Tahfiz Putra
Muhammadiyah Green School Festival Season 2
“Belajar dan Bermain Bersama Alam”
Pada:
Hari                 : Sabtu
Tanggal           : 20 Januari 2018
Tempat            : SD Alam Muhammadiyah

MEMUTUSKAN
Juara III Lomba Tahfiz Putra diraih oleh siswa atas nama  Shandi Ahmad Naufal asal Sekolah TK Anggrek
Juara II Lomba Tahfiz Putra oleh siswa atas nama Ahmad Khairi Rasyid Asal Sekolah RA Al Ahza
Juara I Lomba Tahfiz Putra diraih oleh siswa atas nama Bintang Cerriel Ramadhan Asal Sekolah TK Aba Golf
Juara Harapan I lomba Tahfiz Putra diraih oleh siswa atas nama Bagas Setiawan Asal Sekolah TK Aba Golf
Juara Harapan II lomba Tahfiz Putra diraih oleh siswa atas nama Teuku Muhamamad Abdur Rozzaq Asal Sekolah Paud Terpadu Angkasa I
Juara Harapan III lomba Tahfiz Putra diraih oleh siswa atas nama Tsaqih Aydin Asal Sekolah TK Sejahtera Mandiri Gambut
Demikianlah surat keputusan ini dibuat sebaik-baiknya, dan keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Hal-hal lainnya yang berkaitan dengan hak-hak pemenang diserahkan sepenuhnya kepada Panitia Penyelenggara.
Tertanda
          Banjarbaru, 21 Januari 2018
             
       Juri I                                             Juri II                                   Juri III
       








Pemenang Lomba Tahfiz Putri
Muhammadiyah Green School Festival Season 2
“Belajar dan Bermain Bersama Alam”
Pada:
Hari                 : Sabtu
Tanggal           : 20 Januari 2018
Tempat            : SD Alam Muhammadiyah

MEMUTUSKAN
Juara III Lomba Tahfiz Putri diraih oleh siswa atas nama  Dwi Setia Nur Rohmah  asal Sekolah TK Anggrek
Juara II Lomba Tahfiz Putri oleh siswa atas nama Naila Azzahra asal sekolah RA Al Ahza
Juara I Lomba Tahfiz Putri diraih oleh siswa atas nama Aqila Intan Pebriana Asal Sekolah RA Al Ahza
Juara Harapan I lomba Tahfiz Putri diraih oleh siswa atas nama Alzena Riviera Syazana asal Sekolah TK Al Azhar
Juara Harapan II lomba Tahfiz Putri diraih oleh siswa atas nama Maulida Adawiyah Asal Sekolah TK Anggrek
Juara Harapan III lomba Tahfiz Putri diraih oleh siswa atas nama Hafsah Althafunnisa Asal Sekolah Paud Integral Yaa Bunayya
Demikianlah surat keputusan ini dibuat sebaik-baiknya, dan keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Hal-hal lainnya yang berkaitan dengan hak-hak pemenang diserahkan sepenuhnya kepada Panitia Penyelenggara.
Tertanda

          Banjarbaru, 21 Januari 2018
             

           Juri I                                        Juri II                                   Juri III







Pemenang Lomba Ketangkasan
Muhammadiyah Green School Festival Season 2
“Belajar dan Bermain Bersama Alam”
Pada:
Hari                 : Sabtu
Tanggal           : 20 Januari 2018
Tempat            : SD Alam Muhammadiyah

MEMUTUSKAN
Juara III Lomba Ketangkasan diraih oleh Sekolah TK Aisyiyah IV Martapura regu II
Juara II Lomba Ketangkasan  diraih oleh Sekolah TK Sejahtera Gambut regu II
Juara I Lomba Ketangkasan diraih oleh Sekolah tk Kartini regu II
Juara Harapan I lomba Ketangkasan diraih oleh Sekolah TK Budi Mulia regu II
Juara Harapan II lomba Ketangkasan diraih oleh Sekolah Paud Terpadu Tunas Bangsa regu II
Juara Harapan III lomba Ketangkasan  diraih oleh Sekolah TK Kartika V regu I
 
Demikianlah surat keputusan ini dibuat sebaik-baiknya, dan keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Hal-hal lainnya yang berkaitan dengan hak-hak pemenang diserahkan sepenuhnya kepada Panitia Penyelenggara.
Tertanda

          Banjarbaru, 21 Januari 2018
             
        Juri I                                             Juri II                                   Juri III








Daftar Pemenang Lomba Muhammadiyah Green School Festival 2018

By : Abu Fariz
21.1.18

 PANITIA PELAKSANA MGS FESTIVAL SEASON 2
SD ALAM MUHAMMADIYAH BANJARBARU
 Al          alamat :    Jl Golf Swarga Loka Rt 12 Rw 03 Kel Samsudin Noor Kec Landasan Ulin Kota Banjarbaru Kal Sel


SURAT KEPUTUSAN JURI MGS FESTIVAL SEASON 2
SD ALAM MUHAMMADIYAH BANJARBARU
NOMOR : 002/F.MGS/I/2018

TENTANG :HASIL PENETAPAN PEMENANG MGS FESTIVAL SEASON 2 LOMBA MEWARNA, TAHFIZ PUTRA, TAHFIZ PUTRI, DAN LOMBA KETANGKASAN


MENIMBANG         :      




MENGINGAT           :     


MEMPERHATIKAN :

  1. Bahwa dalam rangka MGS Festival Season 2 yang di selenggarakan di SD Alam Muhammadiyah perlu ditetapkan hasil pemenang.
  2. Bahwa mereka yang namanya tercantum dalam lampiran Surat Keputusan ini sesuai kesepakatan juri dan dinyatakan sebagai Pemenang lomba

Sidang Dewan Juri  MGS Festival Season 2 dalam penentuan pemenang lomba pada tanggal 20 Januari 2018 bertempat di SD Alam Muhammadiyah Banjarbaru

  1. Kriteria penilaian peserta lomba
  2. Rekapitulasi nilai peserta lomba

MEMUTUSKAN
MENETAPKAN         :



PERTAMA                :


KEDUA                     :



KETIGA                    :
Keputusan hasil pemenang MGS Festival Season 2 tentang pemenang lomba mewarna, tahfiz putra, tahfiz putri, dan lomba ketangkasan pada tanggal 20 Januari 2018

Peserta lomba yang namanya tercantum pada lampiran Surat Keputusan inidinyatakan sebagai pemenang.

Peserta yang dinyatakan sebagai pemenang diharapkan hadir untuk menerima trophy hadiah di  SD Alam Muhammadiyah Banjarbaru pada hari minggu 21 Januari 2018 pukul 08.00 Wita

Surat Keputusan ini tidak dapat diganggu  gugat dan berlaku sejak tanggal ditetapkan.



                                                                      Ditetapkan di : Banjarbaru
                                                              Pada tanggal  : 21 Januari 2018   
                                                 Ketua Pelaksana



                                                      Septia Hayati, M.Pd








SURAT KEPUTUSAN JURI MGS FESTIVAL SEASON 2 SD ALAM MUHAMMADIYAH BANJARBARU

By : Abu Fariz

.:: Copyright © Sekolah Dasar Alam Muhammadiyah ::.