Sambut Ramadhan 1439 H

Jelang Ramadhan SD Alam Muhammadiyah Melakukan Kerja bakti membersihkan Mushola di sekitar sekolah.

Pandu Hizbul Wathon SD Alam Muhammadiyah

Gerakan Kepanduan Hizbul Wathon merupakan ektrakurikuler wajib yang ada di SD Alam Muhammadiyah.

Ekskul PMR

Kunjungan langsung ke PMI Kabupaten Banjar.

Outing Class

Pembelajaran langsung di luar kelas.

Upacara Bendera

Pelaksanaan Upacara Bendera tiap Pagi Senin.

16.8.18

Undangan Silaturrahim

Dimohon kehadirannya kepada seluruh dewan guru dan karyawan untuk menghadiri unfangan silaturahim bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah Landasan Ulin

15.8.18

"Market Day" Ruang Untuk Siswa Belajar Berwirausaha




Banjarbaru ~ 13 Agustus 2018, Senin yang berbeda dari biasanya karena siswa/siswi kelas 6 SD Alam Muhammadiyah melaksanakan kegiatan "Market Day". Kegiatan ini merupakan kali pertama di tahun ajaran baru. Dan tentunya semua warga sekolah ikut memeriahkan kegiatan ini.

Market Day adalah program rutin yang dilakukan SD Alam Muhammadiyah guna melatih siswa/siswinya untuk belajar  berwirausaha. Kegiatan ini berlangsung di lapangan sekolah pada saat jam istirahat pertama. Barang - barang yang di jual kali ini adalah aneka jenis  makanan dan minuman yang tentunya menyehatkan.

Berikut adalah beberapa foto kegiatannya :









3.8.18

SD Alam Muhammadiyah Ajak Siswa Kelas VI Shalat Gerhana Super Blue Bood Moon


Seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 28 Juli 2018 terjadi Gerhana Bulan Total dan berlangsung selama 103 menit. Ini merupakan fase totalitas terlama untuk masa hingga lebih dari 100 tahun ke depan.

Terkait gerhana bulan SD Alam Muhammadiyah melaksanakan shalat gerhana bulan secara berjamaah di Masjid Assalam. Karena puncak gerhana bulan ketika menjelang subuh, maka kegiatan ini menginap 1 malam di sekolah. Berikut beberapa foto kegiatannya :

(Siswa dan siswi melakukan registrasi pada tanggal 27 Juli 2018 pukul 18.00)




(Makan malam bersama setelah shalat magrib)


(Setelah shalat isya, para siswa beserta ustadz dan ustadzah berkumpul di balai untuk mengikuti kegiatan tadarus Al - Qur'an. Kemudian dilanjutkan pemberian materi seputar Gerhana Bulan yang di sampaikan oleh Kepala Sekolah yaitu Ustadz Firman Hadi)

Tepat pukul 22.00 siswa dan siswi diperbolehkan untuk istirahat di tempat yang sudah di tentukan sebelumnya dan bangun kembali pukul 03.00 untuk bersiap - siap ke Masjid.


(Kenampakan gerhana bulan yang berdekatan dengan Planet Mars)

Setelah selesai shalat gerhana bulan, kami bertahan di masjid untuk menunggu waktu shubuh tiba dan kami kembali melakukan shalat berjamaah bersama warga Muhammadiyah yang berada di daerah Landasan Ulin.

Hari semakin siang, matahari mulai menampakkan sinarnya. Setelah sholat shubuh siswa - siswi kembali ke sekolah dengan kegiatan bebas. Ada yang melanjutkan tidur, ada yang berbincang bincang dengan teman, ada yang mandi, dan ada juga yang berolahraga "bermain bola".
Tepat pukul 07.00, makanan sudah tersedia. Seluruh siswa beserta ustadz dan ustadzah sarapan bersama diteras kelas. Setelah itu siswa yang dijemput diperbolehkan untuk pulang ke rumah.

Itulah sepenggal kisah kebersamaan kami. Walaupun hanya 1 malam menginap di sekolah, banyak pengalaman dan ilmu baru yang di dapat.


"Selalu berusaha menjadi lebih baik"

"Berakhlak Mulia...Cerdas...dan Kreatif"

SD Alam The Best


20.6.18

HARUS BERANI DIKAFIR-KAFIRKAN

HARUS BERANI DIKAFIR-KAFIRKAN

_*KH. AR. Fachrudin* (Ketua Umum PP  Muhammadiyah 1971-1985)_

*MUHAMMADIYAH* itu bukan agama, dan bukan mazhab. Muhammadiyah itu juga bukan aliran. Muhammadiyah hanyalah nama suatu perkumpulan. Yang menjadi warga Muhammadiyah adalah rakyat Indonesia yang merasa cocok dan menyetujui maksud dan tujuan Muhammadiyah. Karenanya dia haruslah seorang yang beragama Islam.

Apakah benar bahwa syahadat orang Muhammadiyah itu _berbeda_ dengan syahadatnya orang-orang Islam lainnya? Ada orang yg menceriterakan bahwa syahadatnya orang Muhammadiyah itu ucapannya: _*Asyhadu alla ila-ha illallah, Maliki yaumiddin.*_ Ah, tidak benar. Tidak demikian.

Syahadatnya orang Muhammadiyah adalah :  _*asyhadu alla ila-ha illallah wa-asyhadu anna muhammadarrasulullah.*_

Bagaimana rukun lslamnya orang Muhammadiyah? _Rukun Islamnya orang Muhammadiyah_ adalah: _*(1) Syahadat, (2) Shalat, (3) Zakat, (4) Puasa di bulan ramadhan, dan (5) Haji.*_

Bagaimana rukun iman-nya orang Muhammadiyah?
_Rukun imannya orang Muhammadiyah juga ada enam._ _*(1) Iman kepada Allah, (2) Iman kepada Malaikat, (3) Iman kepada Kitab-Kitab Allah, (4) Iman kepada Nabi, Rasul utusan Allah, (5) Iman kepada Hari Qiyamat, dan (6) Iman kepada Takdir.*_
Demikianlah, Syahadat, Rukun Islam dan Rukun Iman para anggota Muhammadiyah.

_Siapa saja yang masuk menjadi anggota perkumpulan atau organisasi Muhammadiyah?_

Ketika Kiai Haji Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah, dengan ikhlas beliau berdoa kepada Allah semoga setidak-tidaknya semua suku bangsa Indonesia oleh Allah dikaruniai kegembiraan memasuki perkumpulan Muhammadiyah. Doa dan permohonan itu diucapkan Kiai Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijjah tahun 1330 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 Masehi.

_Apakah doa dan permohonan Kiai Dahlan dewasa ini sudah terkabulkan?_

Kalau dikabulkan, ya belum dikabulkan Allah secara sepenuhnya. Tetapi alhamdulillah, sudah bernama Iumayanlah. Di semua provinsi di Indonesia di tahun 1992 ini sudah berdiri Pimpinan Muhammadiyah kecuali di kota Dilli, Timor Timur, yang secara resmi belum berdiri.

Pada tahun-tahun permulaan, Kiai Dahlan juga memohon kepada Allah mudah-mudahan warga Muhammadiyah dikaruniai _keikhlasan hati, bersedia mengurbankan harta, tenaga dan pikiran bagi tegak dan syiarnya agama Islam._

Apakah keinginan yang demikian itu sudah terwujudkan?
Kalau dikabulkan secara sepenuhnya, kiranya juga belum. Tetapi dapat disaksikan, kenyataannya juga sudah lumayan. Di cabang-cabang yang anggotanya masih berjumlah dua puluh-tiga puluh orang sudah mampu mendirikan sekolah Taman Kanak-kanak Aisyiyah dan Sekolah Dasar Muhammadiyah. Malah ada yang sudah mampu mendirikan Madrasah Diniyah Muhammadiyah.

_Malah ada Saudara yang belum menjadi anggota Muhammadiyah sudah dengan ikhlas mendirikan Rumah Sakit Muhammadiyah._ Juga ada warga Muhammadiyah, yang karena dipercaya menjadi Pimpinan Muhammadiyah yang tidak memperoleh gaji, secara ikhlas lebih memilih keluar dari pekerjaannya yang bergaji Rp 250.000.

Ada warga Muhammadiyah, yang di zaman penjajahan Belanda menjadi Raja di Gorontalo dengan mendapat tanah, kekuasaan dan gaji. Tetapi karena aktif memimpin dan menggerakkan Muhammadiyah, oleh Pemerintah Belanda diminta memilih. Menjadi Pimpinan Muhammadiyah tanpa gaji, atau memilih tetap menjadi Raja Gorontalo. Yang bersangkutan ternyata lebih memilih menjadi Pimpinan Muhammadiyah yang tanpa gaji tetapi dapat membela dan menegakkan agama Islam, agamanya Allah.

Malah ada saudara dari perkumpulan Nahdlatul Ulama di Sidoarjo, Jawa Timur, yang dengan ikhlas mendirikan gedung sekolah Muhammadiyah, mulai dari Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah.

Masih banyak lagi warga Muhammadiyah di Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, dan Pulau Jawa dan lain-lainnya bersedia mewakafkan dan mengamaljariyahkan untuk tempat-tempat amal-amal usaha Muhammadiyah. Masjid dan mushalla, sekolah dan perguruan tinggi, rumah sakit, rumah yatim dan lain-lainnya. Malah di tahun 1991, seorang warga Muhammadiyah di Medan, Sumatra Utara, yang tidak bersedia disebut-sebut namanya, dengan ikhlas mewakafkan tanahnya seluas kurang lebih 25 hektar untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Jadi, alhamdulillah doa dan permohonan Kiai Haji Ahmad Dahlan sudah secara Iumayan dikabulkan oleh Allah, walau belum secara sempurna.

_Apakah Bapak-bapak dan lbu-ibu berkeinginan masuk menjadi warga perkumpulan Muhammadiyah?_ Wah, jangan terburu-buru. Saya minta menyimak Muhammadiyah secara sungguh-sungguh dahulu. _Menjadi orang Muhammadiyah harus berani dikafir-kafirkan. Berani diolok-olok. Bersedia diejek. Berani dikucilkan._

_Menjadi orang Muhammadiyah harus sabar._ Ada yang menyatakan orang Muhammadiyah itu bila kematian, seperti halnya tengah kematian kucing, tidak disurtanah, tidak melakukan peringatan 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari atas hari kematiannya. *Menjadi orang Muhammadiyah harus dengan hati dan sikap yang mantap. Tidak boleh setengah-setengah, ragu-ragu.*

_*Menjadi orang Muhammadiyah harus dengan niat yang satu. Niat beribadah kepada Allah dengan ikhlas, mengikuti perintah-perintah Allah. Melaksanakan contoh-contoh yang diteladankan Nabi Muhammad Saw.*_

Menjadi orang Muhammadiyah harus mengikuti Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Syafi’i, dan Imam Hambali—berdasar pedoman, semuanya itu sesuai dengan tuntunan dan gerak langkah Nabi Muhammad Saw.

_Apakah kalau sudah masuk Muhammadiyah tentu masuk surga?_
Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, apakah seseorang akan masuk surga karena amal-amalnya? Rasulullah bersabda, _*“Tidak seorang pun dapat masuk surga karena amal perbuatannya. Saya sendiri juga tidak akan masuk surga karena amal perbuatanku. Kecuali bila mendapat KE-RIDHA-AN dari Allah.”*_

Orang Muhammadiyah dan siapa pun juga bila tidak mendapatkan ridha dari Allah, tidak bakal masuk surga. Karenanya, bila menjadi _*warga Muhammadiyah harus selalu berupaya mencari keridhaan Allah SWT*_, dengan cara:
*1*. *Tauhidnya harus dimantapkan dengan sungguh-sungguh.* Dalam menghayati dan mengamalkan surat Ikhlas, harus secara sungguh-sungguh. Allahu ahad, Allah itu Esa tanpa siapa-siapa. Allahu shamad, Allah menjadi pusat dan tempat segala permohonan. Lam yalid walam yuIad, tidak berputra dan tidak diputrakan. Walam yakun lahu kufuwan ahad. Tidak ada sesuatu pun dan siapa pun yang menyamainya.
*2.* _*Orang Muhammadiyah, ketika mengerjakan shalat wajib, harus berusaha secara jamaah. Harus bisa berjamaah dengan siapa pun juga sesama orang Islam.*_ Karena Rasulullah bila menjalankan shalat fardhu hampir tidak pernah melakukannya secara sendirian. Bila menyaksikan seseorang melaksanakan shalat fardhu secara sendirian, Rasulullah kemudian memerintahkan agar ada yang menjadi makmum.
*3.* _*Bila Saudara sudah menjadi warga Muhammadiyah—pria atau wanita—harus berakhlak karimah, berbudi pekerti yang luhur.*_ _Jangan sampai mempunyai sifat angkuh, memiliki rasa adigang-adigung kepada sesama. Apalagi kepada rakyat kecil, kepada mereka yang tengah tertimpa musibah, orang melarat, anak yatim._

Memang berat menjadi warga Muhammadiyah dan Aisyiyah. Karenanya jangan terburu-buru masuk perkumpulan Muhammadiyah. Saya minta untuk berpikir dan merenungkannya dengan sungguh-sungguh terlebih dahulu.
Menjadi orang Muhammadiyah itu harus dengan niat yang ikhlas, beribadah dan mengharapkan keridhaan Allah. Perumpamaannya, _legan golek momongan, nganggur golek gaweyan._ Benar, sungguh-sungguh amat berat.

Sekali lagi, jangan terburu-buru masuk Muhammadiyah. Tetapi bila Saudara sudah masuk Muhammadiyah, seyogianya:
_*1. Dengan sungguh-sungguh mempelajari Al-Quran. Ya bacaannya, ya maknanya. Juga arti dan maksudnya.*_ Mempelajarinya secara sendiri-sendiri, silakan. Tetapi kalau harus berguru, sebaiknya kepada mereka yang lebih memahami dan memahamkan.
_*2. Bersedia menghayati riwayat, tindak-tanduk Rasulullah Saw. Ya akhlaknya, ya segala tindak-tanduknya.*_
*3. Bersedia mengajak kepada seluruh anggota keluarga-istri, anak-anak, sanak saudara dan para tetangga-dengan hati yang ikhlas, penuh kesabaran, lemah lembut dan dengan telaten.*

Dengan selalu mengharapkan pertolongan dari Allah SWT, saya minta Saudara yakin. Insya Allah, _*Allah tentu akan memberikan pertolongan kepada siapa saja yang mendekat, mengharapkan dan yang selalu menyebarkan dan menegakkan agama Allah.*_

(Artikel ini disunting oleh: _Yusuf Maulana._ Pernah dimuat dalam buku _*“Pesan dan Warisan Pak AR.”*_, _Soeparni S Adhy [ed.], 1995,_ Yogyakarta: PT BP Kedaulatan Rakyat, halaman 43-47).

5.6.18

Galeri : Kelas 1 SD Alam Muhammadiyah Tahun Pelajaran 2017-2018

Tahun Pelajaran telah usai....
Libur pun telah tiba....
Senang rasanya selama setahun ini bersama mereka "anak anak hebat".

               (Outing Class I : Kebun Raya Banua)
                          (HUT Kemerdekaan RI)
               (Belajar menyenangkan di luar kelas)
(Cooking day : menghias puding)
                      (Kunjungan dari Puskesmas)
           (Pkn : mengenal suku-suku di Indonesia)
            (Outing Class II : Balai pembibitan ikan)
                          (Kegiatan Tahfidz pagi)
                (Menulis..Menggunting..Menempel)
                    (Mengenal macam-macam rasa)
                     (Fashion show barang bekas)
                             (Jejak Si Anak Alam)
            (Outing Class III : Kunjungan ke Brimob)
                                   (Nonton 3D)
                               (Membuat topeng)
                       (Bergaya saat musim hujan)
         (Memakai kacamata saat matahari bersinar)
                   (Outing Class IV : Bermain di Air)
            (Salah satu pemanfaatan musim panas)
                                   (Guru Tamu)
                (Kedatangan kunjungan dari Ponpes)
 
                   (Pandu HW menanam kangkung)
          (Outing Class V : berkunjung ke pabrik roti)
          (Belajar matematika itu menyenangkan)
                        (Poto bersama setelah UAS)

Mengisi Ramadhan, SD Alam Muhammadiyah melaksanakan kegiatan Tarbiyah Ramadhan


Dalam rangka mengisi kegiatan di Bulan Suci Ramadhan 1439 H, SD Alam Muhammadiyah menggelar kegiatan Tarbiyah Ramadhan yang dilaksanakan selama 3 hari yaitu dari tanggal 27 Mei sampai tanggal 29 Mei 2018 yang di ikuti dari kelas 1 sampai kelas 6.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan Pendidikan Agama kepada peserta didik di bulan yang penuh berkah. Selain itu, dapat memberikan contoh kegiatan positif seperti bakti sosial kepada sesama." Tutur Ustadzah Umi Rohmawati, S.Pd selaku ketua pelaksana.

Setiap pagi tepatnya pukul 08.00 WIB peserta didik sudah berkumpul di Masjid As Salam Golf yang tempatnya tidak jauh dari sekolah. Disana mereka di bimbing oleh seluruh ustad dan ustadzah. Kegiatannya mulai dari mempraktekkan sholat dhuha, tadarus/mengaji dan mendengarkan materi yang disampaikan oleh Ustad Aminnudin,S.Pd.I tentang  tata cara wudhu dan sholat (hari 1) serta Ustad Firman Hadi, S.Pd tentang cinta kepada Allah SWT (hari 2) dan Cinta Tanah Air (hari 3).

Di hari terakhir, kegiatan Tarbiyah Ramadhan ditutup dengan buka puasa bersama. Dan khusus kelas 5 dan 6 langsung mengikuti mabit (malam bina taqwa). Ssm